Skip to main content

Cara Membersihkan dan Mengubur Ari-ari Bayi

Cara Bersihkan dan Kubur Ari-ari atau plasenta

Saat proses melahirkan, plasenta yang melindungi tubuh bayi akan keluar. Ari-ari bayi akan digunting dan dipisahkan dari tubuhnya untuk dikuburkan. Calon ayah harus tahu bagaimana cara membersihkan dan mengubur ari-ari bayi yang benar.


Placenta atau ari-ari berguna untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi pada bayi selama masih dalam kandungan. Setelah bayi lahir, ari-ari sudah tidak memiliki kegunaan. Jika bayi dilahirkan di rumah sakit, biasanya rumah sakit akan menyerahkan ari-ari bayi dalam kantong plastik untuk keluarganya.

Banyak orang meyakini ari-ari adalah sesuatu yang sakral. Atas dasar itu, setiap daerah biasanya punya ritual-ritual khusus dalam mengubur ari-ari. Di Jawa, ari-ari yang sudah dikubur akan diberikan pagar bambu di atasnya. Kemudian diberi penerangan selama 35 hari.

Dalam Islam, mengubur ari-ari untuk tujuan kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah boleh dilakukan. Tapi jika mengubur ari-ari dengan tujuan lain dan memakai ritual yang tidak ada dalam Islam maka dilarang karena merupakan perbuatan syirik.

Memang dari segi medis ari-arti termasuk bagian tubuh manusia yang sebaiknya dikubur. Jika tidak, ari-ari akan mengalami pembusukan dan tak jarang dimakan hewan liar. Oleh sebab itu kami akan membagikan cara membersihkan dan mengubur ari-ari bayi dengan benar.

Cara Mencuci Ari-ari Bayi


Untuk mencuci ari-ari bayi dengan benar dan tidak meninggalkan bau amis yang bisa mengundang hewan liar, ikuti tata cara di bawah ini dengan seksama.

Bahan-bahan yang diperlukan:
  • 1 buah jeruk nipis
  • Segenggam garam
  • 1 buah asam jawa
  • Plastik, besek, atau guci kecil
  • Kain Putih (mori)
Cara mencuci ari-ari bayi baru lahir

Cara mencuci ari-ari:
  1. Bagi Muslim, mulailah dengan membaca kalimat basmalah terlebnih dahulu.
  2. Siramkan air yang mengalir pada air-ari dan bersihkan dari noda darah.
  3. Selama mencuci sebaiknya disertai shalawat dan doa atau harapan pada si bayi kelak.
  4. Lumuri ari-ari dengan garam hingga merata lalu basuh kembali.
  5. Gosok perlahan dengan asam jawa untuk menghilangkan bau anyir lalu bilas sekali lagi.
  6. Peras buah jeruk nipis lalu cipratkan pada ari-ari yang sudah bersih. Ini bertujuan untuk menghilangkan bau amis dan mencegah hewan buas.
  7. Masukkan ari-ari ke dalam kantong plastik yang mudah terurai, besek bambu, atau ke dalam kendi kecil dan tutup hingga rapat.
  8. Bungkus dengan kain putih atau kain mori dan ari-ari bayi siap dikuburkan.

Cara Mengubur Ari-ari Bayi


Setelah melakukan persiapan berupa pencucian ari-ari bayi, kita akan langsung menuju ke tahap berikutnya yakni menguburkan ari-ari tersebut. Tidak ada syarat khusus mengenai tempat mengubur ari-ari. Ari-ari bisa dikubur di pekarangan rumah, halaman, kebun, bahkan tempat pemakaman umum. Yang penting aman dari jangkauan hewan liar dan tidak mengganggu aktifitas masyarakat.

Setelah mencari lokasi yang cocok, galilah tanah minimal 50 cm atau sedalam mungkin. Ini untuk mencegah bau busuk yang timbul. Bau tersebut dapat tercium dan memancing hewan liar untuk menggalinya. Untuk ukuran lebar sebaiknya disesuaikan dengan ukuran wadah ari-ari.

Masukkan ari-ari yang telah dsisiapkan ke dalam liang yang telah digali kemudian tutup lagi dengan tanah. Setelah tertutup, siram bagian atasnya dengan air agar tanahnya memadat dan sukar digali. Selanjutnya bisa diberikan penutup seperti batu pipih agar tidak digali hewan liar, atau mengikuti adat dan tradisi yang berlaku di masyarakat. Semoga membantu.


Silahkan tulis pesan sesuai topik artikel. Dilarang pasang komentar SPAM dan SARA!
Buka Komentar
Tutup Komentar